Kamis, 24 Oktober 2013

Makalah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar tentang geng motor



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan bimbinganNya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Geng Motor” ini. Sholawat dan salam semoga selalu di limpahkan kepada Nabi Muhammad saw beserta para sahabat dan keluarganya.
Pada kesempatan yang baik ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Siti Masitoh, SE., Mikom selaku guru pembimbing pada mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari dosen dan teman-teman yang bersifat membangun , selalu kami harapkan demi lebih baiknya makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


        Depok, 20 Oktober 2013



Penyusun







DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................................................ 1
Daftar Isi......................................................................................................................................... 2
Bab I Pendahuluan.......................................................................................................................... 3
1.1.          Latar Belakang Masalah............................................................................................. 3
1.2.          Pembatasan Masalah.................................................................................................. 4
1.3.          Perumusan Masalah.................................................................................................... 4
1.4.          Tujuan dan ManfaatPenulisan.................................................................................... 5
1.5.          Metode Penulisan....................................................................................................... 5
Bab II Landasan Teoritis................................................................................................................. 6
Bab III Pembahasan........................................................................................................................ 10
3.1...... Ciri-ciri Komunitas Informal...................................................................................... 10
3.2...... Ciri-ciri Komunitas Formal........................................................................................ 10
3.3. .... Pengertian Geng Motor.............................................................................................. 10
3.4. .... Faktor Penyebab Remaja Terlibat dalam Geng Motor............................................. ..12
3.5...... Terbentuknya Geng Motor...................................................................................... 13
3.6...... Geng Motor yang Terkenal Serta Ciri Khasnya....................................................... 14
3.7...... Senjata yang Digunakan dalam Aksi Kejahatan Geng Motor................................. 18
3.8...... Permasalahan yang Ditimbulkan Oleh Geng Motor................................................ 19
3.9...... Tanggapan Masyarakat Terhadap Aksi Kebrutalan Geng Motor............................ 19
3.10.... Upaya yang Dilakukan UntukMemerangi Teror Geng Motor................................. 20
Bab IV Penutup............................................................................................................................ 21
        4.1      Simpulan.................................................................................................................... 21
        4.2       Saran......................................................................................................................... 22
Daftar Pustaka.............................................................................................................................. 23







BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar belakang Masalah
Kenakalan remaja akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Mulai dari  merokok, pergaulan bebas, sampai ke tingkat yang lebih parah seperti tawuran bahkan membentuk suatu geng yang yang kita kenal sebagai geng motor.
Awalnya geng motor hanya perkumpulan anak-anak remaja yang hobi ngebut-ngebutan dengan motor, baik siang maupun malam hari. Mereka melakukan balapan motor alias trek-trekan di jalanan umum. Namun akhir-akhir ini geng motor mulai meresahkan masyarakat, bahkan aksi brutal geng motor menyebabkan banyak korban meninggal dunia termasuk anggota geng itu sendiri.
Salah satu contoh kasusnya adalah Klewang alias Anto Klewang alias Mardijo. Klewang mengaku mengenal geng motor bernama Exalt to Coitus atau Exalt to Creativity (XTC), dia juga membenarkan bahwa dia mendapatkan setoran dari anak-anak anggota geng motor sebesar lima ribu per orang setiap minggu. Anaknya pun adalah ketua XTC yang ditangkap dalam kasus penyerangan geng motor, yakni pelemparan batu di pos jaga Markas Polresta Pekanbaru pada 2012 lalu.
Geng Motor XTC binaan Klewang juga membawahi sebanyak enam kelompok geng motor lainnya. Di antaranya PK atau Penjahat Kelamin, ARC, JRC, Street Demon, Atiet Abang, dan Sincan atau Sindikat Cewek Nekat yang anggotanya perempuan semua. Jumlah anggota geng motor binaannya mencapai 300-600 orang dan rata-rata para anggotanya berusia 16,18,22 tahun. Bahkan geng motor binaan Klewang sudah menyebar hingga ke daerah-daerah di Riau, di antaranya Kabupaten Kampar, dan Duri, Kabupaten Bengkalis. Tidak tanggung-tanggung mereka di minta untuk melakukan penghancuran warnet, pemerkosaan dan aksi perampasan di Stadion Utama serta keributan di tugu pusat kota.
Untuk itu kami menyusun makalah ini agar para pembaca dan khususnya orang tua dapat membedakan organisasi formal dengan organisasi informal yang brutal seperti geng motor agar putra-putrinya agar tidak terjerumus kedalam organisasi itu.

1.2     Pembatasan Masalah
Agar tidak menyimpang dari permasalahan dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, maka penulis membatasi permasalahan pada maraknya geng motor di Indonesia.
Makalah ini hanya akan menelusuri salah satu contoh dari kenakalan remaja saat ini yaitu dampak negatif geng motor, yang akan di bahas disini mencakup pengenalan sebuah kelompok brutal yang dinamakan geng motor dan hal-hal yang berkaitan dengan geng motor.

1.3        Perumusan Masalah
1.      Bagaimana ciri-ciri komunitas informal?
2.      Bagaimana ciri-ciri komunitas formal?
3.      Apakah geng motor itu ?
4.      Faktor penyebab remaja terlibat dalam geng motor?
5.      Bagaimana terbentuknya Geng Motor?
6.      Geng motor apa yang terkenal dan apa ciri khasnya ?
7.      Senjata apa yang digunakan dalam aksi kejahatan geng motor ?
8.      Permasalahan apa saja yang ditimbulakan dengan adanya geng motor?
9.      Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai aksi kebrutalan geng motor tersebut?
10.  Upaya apa yang dilakukan untuk memerangi teror geng motor liar yang makin meresahkan masyarakat akhir-akhir ini?










1.4   Tujuan  dan  Manfaat Penulisan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Ilmu Sosial dan Budaya Dasar serta bertujuan untuk berbagi pengetahuan yang di dapat dari pembuatan makalah ini tentang geng motor terhadap pembaca.
Tentunya karya tulis ini memiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :
a.       Penulis bisa lebih mengetahui kebrutalan anak remaja yang mengikuti geng motor beserta hal lainnya mengenai geng motor.
b.      Makalah ini dapat menjadi bahan referensi bagi pembaca agar bertambah wawasan dan pengetahuaannya. Pembaca juga bisa mengetahui lebih dekat akan dampak yang diberikan oleh geng motor di Indonesia saat ini.

1.5   Metode Penulisan
Metode yang di pakai dalam karya tulis ini adalah Metode Study Referensi yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet. Dalam metode yang penulis lakukan, penulis mengumpulkan berbagai referensi yang tepat dengan permasalahan yang terkait, sumbernya di dapat dari dari internet.













BAB II
LANDASAN TEORITIS
Kriminalitas atau tindak kriminal merupakan segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan.Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris.Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.
Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa.Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum yaitu seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti.Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana.
Dalam mendefinisikan kejahatan, ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis.
Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.
Sebab – sebab Kriminalitas :
  1. Pertentangan dan persaingan kebudayaan
  2. Perbedaan ideologi politik
  3. Kepadatan dan komposisi penduduk
  4. Perbedaan distribusi kebudayaan
  5. Perbedaan kekayaan dan pendapatan
  6. Mentalitas yang labil
Akibat Tindakan Kriminalitas :
  1. Merugikan pihak lain baik material maupun non material
  2. Merugikan masyarakat secara keseluruhan
  3. Merugikan negara
  4. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat
Solusi Kriminalitas :
  1. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat
  2. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak
  3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai busaya bangsa sendiri
  4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural, seperti sekolah, pengajian dan organisasi masyarakat
Adapun tipe atau jenis-jenis menurut penggolongan para ahlinya adalah sebagai berikut :
  1. Penjahat dari kecendrungan (bukan karena bakat).
  2. Penjahat karena kelemahan (karena kelemahan jiwa sehingga sulit menghindarkan diri untuk tidak berbuat).
  3. Penjahat karena hawa nafsu yang berlebihan dan putus asa.
Tindakan kriminal ada yang bersifat sembunyi- sembunyi dan ada juga yang terang-terangan.Kriminalitas masih menjadi satu kesatuan dengan kemiskinan, setelah diperhatikan kemiskinan tidak hanya miskin harta tetapi juga miskin ilmu, miskin harga diri, miskin hati dan banyak lainnya.Jika kejahatan meningkat itu adalah salah satu faktor dari pengangguran yang ada karena para pengangguran memiliki banyak waktu kosong selain itu juga kesenjangan ekonomi yang terlihat jelas pada sekarang ini sehingga mereka para pengangguran merasa tidak adil dan berfikir untuk melakukan tindak kriminalitas.Selain itu perubahan sosial yang ada merupakan salah satu pemicu tindak kriminalitas.

Selain itu kriminalitas juga identik dengan dunia remaja yang serba ingin tahu dan ingin mencoba hal – hal yang baru. Dapat saya jelaskan seperti ini : Salah satu problem pokok yang dihadapi oleh kota besar, dan kota-kota lainnya tanpa menutup kemungkinan terjadi di pedesaan, adalah kriminalitas di kalangan remaja.
Dalam berbagai acara liputan kriminal di televisi misalnya, hampir setiap hari selalu ada berita mengenai tindak kriminalitas di kalangan remaja.Hal ini cukup meresahkan, dan fenomena ini terus berkembang di masyarakat.Tentu saja tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja sangat bervariasi, terutama dengan kehadiran geng-geng motor yang sangat meresahkan masyarakat yang menjadi salah satu wadah sebagai watak kebringasan remaja yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran lalu linatas, penjarahan, pemerkosaan bahkan sampai pada pembunuhan.
Tindak kriminalitas yang terjadi di kalangan remaja dianggap kian meresahkan publik.Hal ini bahkan diperparah dengan tidak mampunya institusi sekolah dan kepolisian untuk mengurangi angka kriminalitas di kalangan remaja tersebut.Kenakalan remaja yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, dan dunia pada umumnya, dapat dikategorikan sebagai sebuah bentuk perilaku menyimpang di masyarakat.Tentu saja fenomena ini dapat dijelaskan dalam tataran ilmu sosial, hanya saja untuk mencari suatu teori yang relevan yang dapat menjelaskan dengan baik mengenai kenakalan remaja dibutuhkan kejelian tersendiri.
Kenakalan remaja dapat diidentifikasikan sebagai bentuk penyimpangan yang terjadi di masyarakat, dan dengan identifikasi ini maka kenakalan remaja dapat dijelaskan dalam tataran ilmu- ilmu social.
Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja berupa tindakan kriminal membuat kita berpikir ulang mengenai integrasi dalam masyarakat.Dipandang menjadi tertuduh utama, sebagaimana yang dituduhkan dalam media massa, kenakalan remaja berupa tindak kriminal justru memberikan pengaruh yang besar dalam masyarakat, meskipun pengaruh mereka tidaklah diinginkan (unintended). Adanya kriminalitas di kalangan remaja pun mendorong kita bertanya penyebab terjadinya tindakan tersebut.

Salah satu tuduhan mengenai tingginya angka kriminalitas remaja atau lebih tepatnya kenakalan remaja adalah tidak berfungsinya kelurga dan/atau ketidakberfungsian sosial masyarakat.Keluarga di anggap gagal dalam mendidik remaja sehingga menyebabkan mereka melakukan tindakan penyimpangan yang berujung dengan diberikannya sanksi sosial oleh masyarakat.Alih-alih tertib, sanksi yang diberikan justru menjadikan remaja menjadi lebih sulit diatur.Dan hal ini pula yang menyebabkan masyarakat di anggap gagal dalam melakukan tindakan pencegahan atas terjadinya perilaku menyimpang tersebut.Keluarga memegang peranan yang penting, dan hal ini diakui oleh banyak pihak.
Keluarga merupakan elemen penting dalam melakukan sosialisasi nilai, norma, dan tujuan-tujuan yang disepakati dalam masyarakat, dan tingginya angka kriminalitas remaja sebagai konsekuensi dari tidak berjalannya aturan dan norma yang berlaku di masyarakat dianggap sebagai kesalahan keluarga. Jika melihat dari sisi teoritis, tentu saja bukan hanya keluarga yang dipersalahkan, masyarakat pun dapat dipersalahkan dengan tidak ditegakkan aturan secara ketat atau membantu sosialisasi norma dan tujuan dalam masyarakat.
Salah satu faktor lainnya yang juga harus diperhatikan adalah peer group remaja tersebut. Teman sepermainan memegang peran penting dalam meningkatnya angka kriminalitas di kalangan remaja.Sebagaimana yang dikatakan oleh Sutherland, bahwa tindakan kriminal bukan lah sesuatu yang alamiah namun dipelajari, hal ini lah yang menyebabkan pentingnya untuk melihat teman sepermainan remaja tersebut.






BAB III
PEMBAHASAN
3.1    Ciri-ciri Komunitas Informal
Komunitas informal adalah komunitas yang tidak memiliki aturan dalam kegiatannya, biasanya memiliki ciri-ciri:
1.      Hubungan antar anggota tidak memiliki aturan
2.      Tidak memiliki aturan dalam setiap kegiatan
3.      Lebih berbentuk pribadi
4.      Tidak seperti kelembagaan atau lebih seperti komunitas yang bebas
3.2    Ciri-ciri Komunitas Formal
Komunitas formal biasanya berbentuk seperti kelembagaan, biasanya memiliki ciri-ciri:
1.      Hubungan antar anggota memiliki aturan
2.      Memiliki aturan dalam kegiatan apapun
3.      Lebih berbentuk umum (tidak pribadi)
4.      Seperti kelembagaan (teratur)
3.3         Pengertian Geng Motor
Geng motor adalah kumpulan orang-orang pecinta motor yang gemar kebut-kebutan, tanpa membedakan jenis motor yang dikendarai. Perlu dibedakan antara geng motor dengan Club Motor. Club Motor biasanya mengusung merek tertentu atau spesifikasi jenis motor tertentu dengan perangkat organisasi formal, seperti HDC (Harley Davidson Club), Scooter (kelompok pecinta Vesva), kelompok Honda, kelompok Suzuki, Tiger, Mio. Ada juga Brotherhood kelompok pecinta motor besar tua. Tapi kalau soal aksi jalanan, semuanya sama saja. Kebanyakan sama-sama merasa jadi raja jalanan, tak mau didahului, apalagi disalip oleh pengendara lain.
Sekarang geng-geng motor sudah berada dalam taraf berbahaya, tak segan mereka tawuran dan tak merasa berdosa para geng tersebut membunuh. Perbedaan mencolok dari geng motor dan club motor adalah :
1.      Kebanyakan anggota geng motor tidak memakai perangkat safety seperti helm, sepatu dan jaket.
2.      Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau sudah dari pabriknya seperti samurai, badik hingga bom Molotov.
3.      Biasanya hanya muncul pada malam hari dan tidak menggunakan lampu penerang serta berisik.
4.      Jauh dari kegiatan sosial, tidak pernah membuat acara-acara sosial seperti sunatan masal atau kawin masal, mereka lebih suka membuat acara membunuh masal.
5.      Anggotanya lebih banyak kepada kaum lelaki yang sangar, tukang mabok, penjudi dan hobi membunuh, sekalipuntidak menutup kemungkinan ada kaum hawa yang ikut dan wanita yang mengikuti geng motor biasanya hanya dijadikan budak nafsu lelaki masal.
6.      Motor yang mereka gunakan tidak memiliki spion, sein, hingga lampu utama. Yang penting untuk mereka adalah kencang dan mampu melibas orang yang lewat.
7.      Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
8.      Tidak terdaftar di kepolisian atau masyarakat setempat.
9.      Kalau nongkrong, lebih suka ditempat yang jauh dari kata terang. Lebih memilih tempat sepi, gelap dan berbau busuk.
10.  Kalau pelantikan anak baru biasanya bermain fisik, diperintah untuk berkelahi dan minum minuman keras samapi muntah.
Namun sekarang perlu diwaspadai karena ada geng motor yang berkedok club motor. Berpakaian rapi, safety dan penuh perlengkapan berkendaraan namun arogan, anarkis dan egois kalau dijalan serta tak segan mereka membuat rusuh bila merasa diganggu. Selama AD/ART mereka jelas dan terdaftar dipihak kepolisian, club motor tidak bakal berubah menjadi geng motor.

3.4       Faktor Penyebab Remaja Terlibat dalam Geng Motor
Tentunya sangat banyak faktor penyebab remaja terjerumus ke dalam kawanan geng motor. Namun, salah satu penyebab utama mengapa remaja memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh terlalu sibuknya kedua orang tua mereka dengan pekerjaan, sehingga perhatian dan kasih sayang kepada anaknya hanya diekspresikan dalam bentuk materi saja. Padahal materi tidak dapat mengganti dahaga mereka akan kasih sayang dan perhatian orang tua.
Pada dasarnya setiap orang menginginkan pengakuan, perhatian, pujian, dan kasih sayang dari lingkungannya, khususnya dari orang tua atau keluarganya, karena secara alamiah orang tua dan keluarga memiliki ikatan emosi yang sangat kuat. Pada saat pengakuan, perhatian, dan kasih sayang tersebut tidak mereka dapatkan di rumah, maka mereka akan mencarinya di tempat lain. Salah satu tempat yang paling mudah mereka temukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah di lingkungan teman sebayanya. Sayangnya, kegiatan-kegiatan negatif kerap menjadi pilihan anak-anak broken home tersebut sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan eksistensinya.
Faktor lain yang juga ikut berperan menjadi alasan mengapa remaja saat ini memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya sarana atau media bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya secara positif.
Remaja pada umumnya, lebih suka memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Namun, ajang-ajang lomba balap yang legal sangat jarang digelar.Padahal, ajang-ajang seperti ini sangat besar manfaatnya, selain dapat memotivasi untuk berprestasi, juga sebagai ajang aktualisasi diri. Karena sarana aktualisasi diri yang positif ini sulit mereka dapatkan, akhirnya mereka melampiaskannya dengan aksi ugal-ugalan di jalan umum yang berpotensi mencelakakan dirinya dan orang lain.



3.5    Terbentuknya Geng Motor
Mulanya kumpul-kumpul sesama pecinta motor, kemudian berubah jadi geng yang beranggotakan puluhan bahkan ratusan orang. Di jalanan, mereka membentuk gaya hidup yang terkadang menyimpang dari kelaziman demi menancapkan identitas kelompok. Ngetrack, kebut-kebutan, dan tawuran adalah upaya dalam pencarian identitas mereka.Selama ini banyak anggota geng motor itu dari kalangan anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menggunakan berbagai jenis motor. Mereka berkeliaran di malam hari sekitar pukul 23.00 sampai 03.00, dan melakukan berbagai keonaran, penganiayaan dan kejahatan lainnya, bahkan sampai membunuh.
Geng motor merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend mode yang sedang berlangsung saat itu.Aksi brutal itu perlu diredam.Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh. Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka mengkonsumsi narkoba.
Begitu pun membenci dan melawan orang tua.Mereka sadar karena masih sekolah sumber keuangan ada di orang tua.Oleh karenanya, jika orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpaksa membenci dan mengancam orangtuanya sendiri. Sedang aksi kejahatan berupa perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk mendapatkan penghasilan.
Salah satu sebab kebrutalan adalah selain dekat dengan minuman keras, anggota geng motor juga akrab dengan obat-obatatan terlarang. Bahkan, ada satu geng motor yang ketua dan anggotanya merupakan pengedar dan pengguna obat-obatan.
Mereka ingin diakui keberadaannya.Tapi ada juga yang asal mulanya hanya karena senang kebut-kebutan.Penyebab tawuran antar geng motor meliputi banyak hal yang bisa menjadi pemicunya. Mulai dari masalah rebutan wanita, daerah kekuasaan, hingga wilayah pemasaran obat-obatan. Seperti disebutkan tadi, tidak sedikit anggota geng motor yang terlibat dalam perdagangan narkoba.
Banyak anggota geng motor yang tak begitu takut dengan aparat. Sebab tak sedikit pula anggota geng motor yang punya beking kuat di polisi sendiri. Jumlah anggota geng di Indonesia kini semakin banyak. Sebab jumlah motor semakin banyak serta kian teraturnya organisasi geng motor. Di tiap wilayah mereka selalu mempunyai pemimpin. Kalau motor hilang dirampas geng musuh atau polisi, mereka tidakakan rugi. Karena rata-rata mereka memiliki motor itu dari hasil menjambret atau meminjam motor, Anggota geng sebagian besar adalah remaja tanggung atau masih duduk di bangku SMU. Mereka belum mempunyai penghasilan sendiri.Karena itulah mereka sering melakukan kejahatan agar bisa membeli obat-obatan tersebut.
3.6    Geng Motor yang Terkenal Serta Ciri Khasnya
Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal di Indonesia yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GBR), Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya memiliki ‘ideologi’ sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak juga remaja putri yang senang berkumpul, berbaur dengan putra.Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi doktrin yang ada di kumpulanya itu.Hanya saja, aksi kejahatan mereka kini semakin membabi buta.Bukan saja sebatas tawuran atau merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan membunuh.Masalah kejahatan inilah yang kini jadi ‘momok’ warga untuk tidak keluar pada malam hari.Dan sering membuat kewalahan polisi untuk memberantasnya.
1.      Geng XTC
Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung. Dengan menancapkan bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kotaBandung. Rekruitmen anggota terus dilakukan kelompok ini.

Sehingga pada usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan dengan cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat. Exalt To Coitus tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang. Anggota ini tersebar mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu musuh-musuhnya yang menggangu kenyamanan hidup mereka.“Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung dibanding tiga geng lainnya.Kekuatan semakin besar egonya pun tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu membuat masalah,” kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis namanya.
XTC merupakan geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin bertambah, sehingga ‘daerah jajahan’ nya pun semakin luas.Semula XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro.Namun, belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan mampu menguasai daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.
Dengan adanya ekspansi daerah kekuasaan ternyata banyak menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung. Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang terus terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.“Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya.Ini bukan impian tapi kenyataan,” kata para remaja di Bandung.
Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti training loyalitas. Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke rumah. Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung tanpa harus menggunakan rem. “Latihan ini yang kini terus dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan penyerangan di tengah jalan,” kata dia. Anggota XTC memiliki keunikan tersendiri dalam organisasinya. Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang bersangkutan diharuskan potong jari kelingking.Upacara ini menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng.
2.      Brigadir Seven (Briges)
Tahun1980-an juga ditandai kelahiran Brigez dan GBR. Brigez lahir di SMUN 7 Bandung,  sesuai dengan namanya Brigade Seven. Sejak masih embrio pada tahun 80-an geng ini merupakan rival terberat XTC. Awal terbentuknya tak lebih dari hanya sekadar kumpul-kumpul biasa.Dulu geng ini hanya beranggotakan tidak lebih dari 50 motor.
Kini pengikutnya mencapai ribuan motor dan tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Sistem pengorganisasiannya tidak jelas.Tidak ada pengurus, hanya ada ketua yang bertugas mengkoordinir saja.Warna bendera negara Irak tanpa huruf Arab di tengahnya, menjadi lambang identitas kelompok ini dengan kelelawar hitam sebagai simbolnya.
Nama Brigez  acapkali diplesetkan menjadi Brigade setan atau Brigade Senja, karena mereka sering nongkrong bersamaan dengan kepulangan sang surya. Berbeda dengan XTC, Brigez identik dengan sikap anti birokrasi. Mereka menolak bersimbiosis dengan lembaga plat merah atau ormas bentukan kelompok politik tertentu. Kalau pun ada anggotanya yang menjadi kader partai, itu lebih bersifat individu dan tidak membawa bendera Brigez.
Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven (Briges) dalam merekrut anggota barunya.Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung ini.
Terhadap anggota baru, Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan dalam beraksi hingga mereka diharuskan minum darah anjing dan ayam.Konon, dua darah ini bisa menumbuhkan rasa berani pada diri seseorang.Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan cukup lumayan.Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC. Dalam dunia ‘pergengan’ di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun 1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan XTC. 
3.      Moonraker
Moonraker, geng motor yang berdiri pada tahun 1978. Para pendiri geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun pada waktu itu.Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di bawah Briges.Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia kejahatan. Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari.
Di bawah naungan bendera merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya. Masuk ke dalam komunitas ini tidak cuma-cuma. Calon anggota Moonrakertak jarang diwajibkan mengendarai motor tanpa rem dari Lembang hingga Jalan Setibudhi Bandung. Jaraknya sekitar 15 kilometer.Kalau tidak diperintah ngebut tanpa rem, anak baru dipaksa berkelahi dengan seniornya.
Pendeknya, mereka tampil pada panggung kehidupan sosial dengan menawarkan model-model kekerasan.Diakui atau tidak, itulah pola yang terbentuk melalui berbagai gerakan yang mereka tampilkan. Tindakan kekerasan seperti  kebutuhan spritual untuk membentuk identitas kelompoknya. Belakangan geng ini sering bentrok dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng itu.Kelompok ini konsisten dengan sistem keorganisasiannya.
Setiap tahun ada penggantian kepengurusan dan membuat program-program kerja.Struktur Organisasinya terdiri atas Divisi Balap, Panglima Perang (Paper), dan Tim SWAT atau regu penyelamat.“Panglima Perang” mungkin terdengar unik dalam sebuah organisasi pencinta motor.Istilah ini biasanya digunakan oleh lembaga keamanan atau kelompok bersenjata. Di Moonraker sendiri,  Panglima Perang bertugas mengkoordinir anggota pada saat terjadi tawuran, atau sebagai pembuat keputusan pada saat terjadi bentrok dengan kelompok lain. Jika ada keputusan perang, informasi menyebar ke seluruh anggota paling lama dalam waktu 24 jam. Bagi para pembangkang yang melanggar tata tertib organisasi, sudah disiapkan tempat yang mereka sebut dengan nama “Sel 13,” semacam mahkamah pengadilan.
Tempat ini paling dihindari oleh semua anggota. Jangan mengharap sebuah proses hukum layaknya sebuah lembaga pengadilan. Di sini para pembangkang itu akan mendapat penyiksaan dari senior-seniornya. Kategori pelanggaran itu antara lain memakai dan mengedarkan narkoba, bertindak melanggar hukum dan menjalin hubungan kasih dengan sesama anggota Moonraker.  
Pengikut Moonraker semakin lama, terus membengkak. Kini tercatat anggotanya mencapai 1.400 orang, tersebar di berbagai wilayah.
4.      Grab On Road (GBR)
Grab On Road (GBR) merupakan geng motor paling muda di Kota Kembang. Anggota mayoritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam.Awal terbentuknya tak lebih dari hanya sekadar kumpul-kumpul biasa.Di bawah bendera merah kuning hitam, geng tetap berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng lainnya.Kelompok ini mengidentifikasi diri dengan segala sesuatu berbau Jerman, paling tidak warna benderanya hitam-merah-kuning (urutan dari atas ke bawah).
Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya.Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota.Hal itu terjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola pegembangan organisasinya cukup lamban.
3.7    Senjata yang Digunakan dalam Aksi Kejahatan Geng Motor
Untuk mendukung aksi geng motor, Samurai, jenis golok berukuran panjang yang biasa digunakan oleh kelompok Ninja di Jepang, menjadi senjata khas mereka.Tidak hanya saat tawuran, senjata ini biasa dipamerkan pada saat konvoi. Samurai dilepas dan ujung runcingnya digesekkan ke jalanan hingga memercikan cahaya api.

Senjata lainnya yang biasa digunakan yakni golok, stik soft ball, bom molotof bahkan senjata api jenis pistol. Tidak tahu pasti siapa yang menggunakan senjata api, namun dari penuturan sebagian anggota geng, semuanya pernah melihat teman satu gengnya menggenggam pistol atau malahan diancam dengan pistol.
3.8     Permasalahan yang Ditimbulkan oleh Geng Motor
Tindakan yang dilakukan geng motor belakangan ini kian meresahkan warga. Geng motor kini memang menjadi salah satu perhatian utama pihak berwenang karena tindakan mereka kian berani. Selain meminta korban sesama anggota geng, tindakan mereka juga mengambil korban masyarakat biasa.Tak salah jika masyarakat menyebut geng-geng motor tersebut tidak berbeda dengan perampok atau pencuri.Tindak kejahatan yang dilakukan sebagian besar perampasan barang berharga milik korban, seperti uang, HP, dompet, hingga motor.
Dalam aksinya, mereka tak segan-segan menganiaya korban. Jika geng motor tersebut tidak diantispasi sejak dini, dikhawatirkan kelompok-kelompok tersebut bisa kian besar menjadi sebuah jaringan kriminal terorganisisasi. Indikasi itu mulai muncul dengan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh anggota geng motor akir-akir ini. Kalau geng motor brutal itu tidak segera dibubarkan maka akan sangat membahayakan karena terdapat solidaritas sempit yang telah didoktrinkan kepada setiap anggota geng motor tersebut, sehingga mengarah pada tindakan kriminal.
­3.9    Tanggapan Masyarakat Terhadap Aksi Kebrutalan Geng Motor
Keberadaan Geng Motor yang sudah mengganggu ketentraman masyarakat yang juga sering terlibat tindak pidana kriminal agar segera dibubarkan dan ditumpas. Terkait masalah Geng Motor yang sudah meresahkan masyarakat itu, Menteri Pemuda dan Olahraga meminta pihak yang berwenang agar menumpas dan membubarkan Geng Motor. Para pelaku kejahatan yang berhimpun dalam Geng tersebut, harus ditindak sesuai hukum.Sedangkan bagi anggota yang tidak terlibat pelanggaran hukum, perlu segera disadarkan dan ditangani secara persuasif.

Gejala sosial ini tidak boleh dibiarkan.Harus ditangani secara simultan, antara penyadaran secara persuasif dan tindakan hukum. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akansemakin meresahkan masyarakat. Karena dalam praktek perekrutannya ada semacam baiat bagi anggota baru dan ancaman hukuman.Seperti dipotong anggota badannya, bagi anggota yang keluar dan buka mulut kepada orang tua atau kepada pihak berwajib.
3.10  Upaya yang Dilakukan UntukMemerangi Teror Geng Motor
Salah satu solusi yang bisa memperbaiki keadaan mereka secara efektif adalah peran; kepedulian; dan kasih sayang orang tua mereka sendiri. Solusi ini akan lebih efektif, mengingat penyebab utama mereka memilih geng motor sebagai bagian kehidupannya adalah karena mereka merasa jauh dari kasih sayang orang tua. Dalam memberikan terapi kepada anaknya yang sudah terlanjur terlibat anggota geng motor, orang tua bisa bekerja sama dengan psikolog yang mereka percayai. Sehingga secara pasikologis sedikit demi sedikit anak akan mendapatkan kembali kenyamanan berada dalam kasih sayang orang tua.
Sebagai upaya preventif terhadap peningkatan jumlah anggota geng motor di kemudian hari, perlu dilakukan penanaman nilai-nilai agama sejak dini. terutama tentang akhlaq (moral dan etika). Dengan begitu anak akan mengetahui mana yang layak dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sehingga pada saat mereka sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat mereka tahu batasan-batasan dan aturan yang harus dipatuhi.
Selain itu pihak polisi juga melakukan razia motor-motor yang tidak memiliki surat-surat dan tas-tas sekolah yang dicurigai membawa senjata tajam ke seluruh sekolah, dengan dibantu para guru dan kepala sekolah.
Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu untuk memberikan efek jera pada meraka.Namun, aksi polisi mengarah kepenembakan itu belum bias terlaksana. Geng motor yang diproses di pengadilan tak akan memberikan efek jera. Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan mengelu-elukan. Jika anggota geng motor ditangkap dan diadili maka anggota itu menjadi pahlawan.
BAB IV
PENUTUP
4.1.      Kesimpulan
1.            Geng motor merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak buruk anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend dan mode yang sedang berlangsung saat itu.
2.            Penyebab remaja terlibat dalam geng motor yaitu kurangnya kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua, dan ajakan dari teman.
3.            Anggota geng motor tidak lebih dari anak-anak yang kurang perhatian dari orang tua mereka. Mereka itu ingin cari perhatian dan dipuji-puji rekan satu gengnya karena di rumah tidak mendapat kasih sayang orang tua.
4.            Ada empat geng terkenal, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB), Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya memiliki ‘ideologi’ sama.
5.            Salah satu sebabnya kebrutalan adalah selain dekat dengan minuman keras, anggota geng motor juga akrab dengan obat-obatatan terlarang.
6.            Samurai merupakan senjata khas mereka. Senjata lainnya yakni golok, stik soft ball, bom molotof bahkan senjata api jenis pistol.
7.            Upaya memerangi teror geng motor liar antara lain :
a.             Diperlukannya peranan orang tua dalam membimbing perkembangan anaknya.
b.            Penanaman Nilai-nilai Agama
c.             Peningkatan pendidikan
d.            Tindakan tegas aparat hokum
e.             Penyaluran minat dan bakat anak sejak dini
f.             Mengikuti kegiatan-kegiatan positif
 Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan.Kalau ada kemauan tentulah ada jalan keluarnya.Dalam persoalan geng motor, resepnya hanya satu, keterlibatan semua pihak, terutama keluarga untuk memberi bimbingan yang terbaik untuk anak-anaknya.
4.2       Saran
1.            Para pelaku kejahatan yang berhimpun dalam Geng tersebut, harus ditindak sesuai hukum. Sedangkan bagi anggota yang tidak terlibat pelanggaran hukum, perlu segera disadarkan dan ditangani secara persuasif.
2.            Diperlukan semua pihak yang terkait dengan kehidupan umat beragama, untuk benar-benar memahami betapa pentingnya ajaran agama dan peningkatan amaliahnya.
3.            Proses penyadaran anggota geng motor harus dilakukan dengan bimbingan konseling yang mendalam dari ahlinya masing-masing.
 Sebaiknya sebelum kita mencoba untuk menjadi salah satu anggota seharusnya berfikirlah yang panjang.Selain itu sebaiknya kita jauhi apapun yang berbau kelompok informal yang memberikan dampak negative.Karena lebih baik menghindar daripada mengobati. Selain itu kita harus mengerti apa konsekuensi dari keputusan yang kita ambil jika kita tidak mau menyesal kelak.











DAFTAR PUSTAKA
wordpress.com/2007/01/30/pos-214
Liputan6.com, JUM/Tim Liputan 6 SCTV
Pikiran Rakyat. Tuesday November 27, 2007
http://m.metrotvnews.com
KOMPAS.Saturday, October 27, 2007
beritadotcom.blogspot.com/2007/10
http://elitasuratmi.wordpress.com/2012/05/02/geng-motor/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar